Tugas RPP 4



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
SMK DINAMIKA PEMBANGUNAN 1 JAKARTA

Mata Pelajaran                        : Kompetensi Kejuruan Audio Video (V4) 
Kelas                                       : XI TAV 1 dan 2
Semester                                  : Genap/4
Program Studi                         : Teknik Elektronika Audio Video
Standar Kompetensi               : Menjelaskan Prinsip Pembuatan Master.
Kompetensi Inti
Kompetensi Dasar
1.      Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya (nilai religius).
1.1.   Memahami nilai-nilai keimanan dengan menyadari hubungan keteraturan dan kompleksitas alam dan jagad raya terhadap kebesaran tuhan yang menciptakan

1.2.   Mendeskripsikan kebesaran tuhan yang mengatur karakteristik fenomena suara dan getaran.

1.3.   Mengamalkan nilai-nilai kejujuran dan semangat dengan keimanan sesuai dengan ajaran agama dalam kehidupam sehari-hari.
2.      Menghayati dan mengamalkan prilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaualan dunia (nilai sosial).
2.1.   Menunjukkan prilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu,kreatif, mandiri, kerja keras, inovatif, komunikatif, tanggung jawab dan disiplin dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan percobaan dan berdiskusi.

2.2.   Menghargai kerja individu dan kelompok dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi melaksanakan percobaan dan melaporkan hasil percobaan.
3.      Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan factual, konseptual, procedural dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan humaniora dalam wawasan kemanusian kebangsaan, kenegaraan dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian dalam bidang kerja yang spesifik untuk memecahkan masalah.
3.4.   Memahami fungsi alat pendukung perekaman suara.

Indikator Pencapaian Kompetensi :
1.      Siswa kelas XI TAV 1 dan 2 mampu mengidentifikasikan fungsi peralatan pendukung untuk perekaman suara menggunakan model pembelajaran E-Learning dengan  KKM 75.
2.      Siswa kelas XI TAV 1 dan 2 mampu menyebutkan fungsi peralatan pendukung perekaman suara menggunakan model pembelajaran E-Learning dengan KKM 75.
Alokasi Waktu                       :  Menit ( 1 Perekaman Suara )
Pertemuan 4
A. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti pembelajaran peserta didik akan dapat :
1.      Siswa kelas XI TAV 1dan 2 akan dapat mengidentifikasikan       fungsi peralatan pendukung untuk perekaman suara       menggunakan model E-Learning dengan KKM 75.
2.      Siswa kelas XI TAV 1 dan 2 akan dapat menyebutkan fungsi       peralatan pendukung perekaman suara menggunakan model       pembelajaraN E-learning dengan KKM 75.   
B.    Materi Pembelajaran
1.      Fungsi alat pendukung perekaman suara digital, seperti
Ø  Software mastering
Ø  Software multitracking
Ø  Audio Converter
Ø  Driver Sound Card
Ø  Kabel
Ø  Konektor  
Materi terlampir
C.    Nilai Karakter bangsa       dan Nilai       Kewirausahaan yang       diterapkan
1.      Religius
2.      Jujur
3.      Semangat
4.      Rasa ingin tahu
5.      Disiplin
6.      Mandiri
7.      Kreatif
8.      Inovatif
9.      Komunikatif
10.  Tanggung jawab
11.  Kerja keras
D.    Metode Pembelajaran
1.Ceramah
2.Tanya-jawab
3.E-learning
E.  Langkah-langkah Kegiatan
1.    Pendahuluan, 15 Menit 
a)   Orientasi
1.  Guru menampilkan slide gambar power point fungsi alat     pendukung perekaman suara.
b)  Apersepsi

1.   Ketua kelas menyiapkan teman-temannya duduk untuk berdoa     sesuai dengan agamanya masing-masing dan dilanjutkan     dengan memberi salam kepada guru.
2.   Guru mengabsen peserta didik yang hadir mengikuti     pembelajaran.
3.   Peserta didik menyiapkan buku pelajaran dan modul mastering     serta tugas yang telah diberikan sebelumnya.
c)   Motivasi

1.      Guru memberikan penjelasan singkat manfaat  fungsi alat       pendukung perekaman suara. 
2.      Inti, 60 Menit

a)   Eksplorasi
1.   Peserta didik mendefinisikan sendiri materi sesuai pengetahuan     yang dimiliki dan dibantu guru mendefinisikanya dari buku     modul mastering (Pre-test).
2.   Peserta didik menyimak materi yang akan dijelaskan oleh guru      dengan diberikan contoh slide gambar atau buku modul sebagai     interaksi antara guru dan sumber belajar.
3.   Peserta didik membaca dan menulis materi yang ditampilkan     dalam media pembelajaran power point.
b)  Elaborasi
1.   Guru menggunakan media pembelajaran power point dan modul     mastering sebagai sarana pembelajaran.
2.   Guru memberikan kesempatan bertanya mengenai materi yang     telah dijelaskan kepada peserta didik (Post-test).
3.   Peserta didik bertanya mengenai materi yang telah dijelaskan     oleh guru.
c)   Konfirmasi
1.   Peserta didik membacakan dan menuliskan kembali materi     yang telah dijelaskan oleh guru.
2.   Guru memberikan latihan soal tentang materi yang telah     dijelaskan.
3.   Peserta didik mengerjakan latihan soal yang diberikan oleh     guru.
3. Penutup, 15 Menit
1.      Guru dan siswa membahas latihan soal secara bersama-sama yang telah dikerjakan.
2.      Guru memberikan tugas di blogspot untuk dikerjakan dirumah.
3.      Guru menyampaikan rencana materi pembelajaran selanjutnya melalui internet.
F.      Alat dan Bahan Sumber Belajar
a)      Alat
1.      Laptop
2.      Proyektor dan Layar
3.      Spidol dan Penghapus
4.      White Board
5.      Modem
6.      Internet blogspot
7.      Power point fungsi peralatan rekaman
b)      Sumber Belajar
1.      Buku model mastering
2.      Kristianto sumoro hadi Yp,Penghantar ilmu akustik, Jakarta, Hadi sumoro, 2008
3.      Sinclair R Ian, Rekaman dan reproduksi HI-FI, Jakarta, PT.Elexmedia Komputindo, 1988
4.      Indrawan,teknik servis /Reparasi tape recorder, Jakarta, Bintang terang jakarta, 1987.
5.      Internet.
G.    Penilaian
1.          Pre-test
2.          Post-Test
3.          Latihan soal 
4.         Tanya-Jawab
Penilaian Terlampir
















                                                                                                Jakarta, 24 Nopemeber  2013
Guru Pamong
Mahasiswa PPL


Rahmat Sudrajat, S.Pd
Yan Fauzi Budiman
NIK :
NIM : 5215087487
Menyetujui,
Dosen Pembimbing

Drs.Mufty Ma’sum, M.Pd
NIP :
Mengetahui,
Kepala Sekolah SMK Dinamika Pembangunan 1 Jakarta

MULYANA, S.H
NIK :





Lembar  Latihan soal
              Nama Peserta didik                 :
              Kelas                                       :
              Indikator                                 :
1.      Siswa kelas XI TAV 1 dan 2 akan dapat mengidentifikasikan fungsi alat pendukung perekaman suara dengan KKM 75.
No
Soal
Skor Maksimal
Skor Siswa
1
Apakah yang dimaksud dengan software multitracking ? 
10

2.
Apakah yang dimaksud dengan software mastering ?
10

3.
Apakah fungsi dari  Audio Converter?
10

4.
Apakah fungsi dari  Speaker Flat  ?
10

5.
Apakah fungsi dari pre-amp ?
10

Jumlah skor maksimal
50

Nilai Siswa =  100
Penskoran :
No
Nilai
Keterangan
1
100 – 90
Sangat baik
2
80 – 70
Baik
3
60 – 50
Cukup
4
50 – 40
Kurang
5
30 – 10
Sangat Kurang
Catatan :
Standar KKM untuk mata pelajaran produktif sekolah =  75
Nilai latihan soal dan tugas ditambah untuk mencapai KKM.

Jawaban Latihan soal  
1.      Apakah  yang dimaksud dengan software multitracking ?
Jawab :
Software Multitracking adalah program yang dapat merekam dan menjalankan beberapa track sekaligus maupun merekam sumber suara secara overdub (satu-persatu) untuk disusun menjadi satu komposisi lagu. Pada software ini pekerjaan editing, mixing maupun penambahan efek dilakukan. Contoh software jenis ini yaitu cubasse, tracktion, cool edit, cakewalk dan lain-lain
2.       Apakah yang dimaksud dengan software mastering ?
Jawab :
Software mastering adalah program yang digunakan untuk memproses hasil mixing stereo (2 track L/R) sehingga lagu menjadi layak dengar dan memiliki kualitas maupun kekerasan suara yang setara secara komersil. Lagu hasil mastering inilah yang biasa kita dengar pada kaset maupun CD komersil dan disebarluaskan. Contoh software tersebut adalah wavelab dan sound forge kalau yang freewarenya wavesour, sound engine dll.
3.      Apakah fungsi dari  Audio Converter ?
Jawab :
            Audio converter berfungsi untuk mengubah sinyal analog menjadi digital, juga kebalikannya yaitu digital menjadi analog. Converter yang dimaksud disini berbeda dengan sound card kebanyakan yang sering dipakai untuk rumahan atau game.

4.      Apakah fungsi dari  Speaker Flat ?
Jawab :
            Speaker digunakan untuk mendengar proses dan hasil rekaman. Monitor speaker yang baik harusnya speaker yang memang didesain khusus untuk keperluan recording dan memiliki karakter yang relatif flat (contoh : genelec, M-audio, ESI, dll). Flat adalah suatu istilah yang digunakan untuk menunjukkan sebuah sistem yang memproduksi semua frekuensi, seimbang, lebih atau kurang perbedaannya dengan speaker biasa yaitu respon frekuensinya yang merata dari 50 Hz – 20 KHz.

5.      Apakah  fungsi dari pre-amp ?
Jawab :
Preamp digunakan untuk memperkuat sinyal, baik sinyal yang datang dari mikropon ataupun dari instrument musik.

        Lembar  Tugas
         Nama Peserta didik                 :          
         Kelas                           :
         Indikator                                 :
1.      Siswa kelas XI TAV 1 dan 2 mampu menyebutkan fungsi alat pendukung untuk perekaman suara KKM 75.  
No
Soal
Skor Maksimal
Skor Siswa
1
Sebutkan macam-macam konektor untuk perekaman suara ? 
10

2.
Sebutkan jenis-jenis kabel yang digunakan dalam perekaman suara ?
10

3.
Sebutkan  kegunaan/fungsi dari kabel twisted pair?
10

4.
Sebutkan kegunan /fungsi  dari  kabel coaxial   ?
10

5.
Sebutkan kegunaan/fungsi dari kabel fiber optic ?
10

Jumlah skor maksimal
50

Nilai Siswa =  100
Penskoran :
No
Nilai
Keterangan
1
100 – 90
Sangat baik
2
80 – 70
Baik
3
60 – 50
Cukup
4
50 – 40
Kurang
5
30 – 10
Sangat Kurang
Catatan :
Standar KKM untuk mata pelajaran produktif sekolah =  75
Nilai latihan soal dan tugas ditambah untuk mencapai KKM.
Jawaban Tugas
1.      Sebutkan macam-macam konektor untuk perekaman suara ?
Jawab :
Ø  Konektor RCA
Ø   Konektor XLR
Ø  Konektor  Tusuk Toa (Mono/Stereo)
Ø  Konektor Mini (Stereo/Mono)
Ø  Konektor Speakon
Ø  Konektor  SPDIF
2. Sebutkan jenis-jenis kabel yang digunakan dalam perekaman suara ?
        Jawab :
Ø  Kabel power
Ø  Kabel digital
Ø  Kabel interconnect
Ø  Kabel mikropon
Ø  Kabel speaker
Ø  Kabel snake
Ø  Kabel coaxial
Ø  Kabel twisted pair
3. Sebutkan  fungsi/kegunaan dari  kabel twisted pair ?
Jawab :
            Twisted pair biasa digunakan untuk antena televise. Memiliki serabut kawat dan inti          kabel untuk mengkombinasikan dengan jack-konektor antena televise.
4. Sebutkan kegunaan  dari  Kabel Coaxial ?
Jawab :
                        Coaxial Kabel adalah suatu jenis kabel yang menggunakan dua buah konduktor.    Pusatnya berupa inti kawat padat yang dilingkupi oleh sekat yang kemudian dililit lagi         dengan kawat berselaput konduktor. Jenis kabel ini biasa digunakan untuk jaringan           dengan bandwidth yang tinggi. Kabel coaxial mempunyai pangalir tembaga ditengah      (centre core) lapisan plastik (dielectric insulator) yang mengelilingi tembaga berfungsi             sebagai penguat diantara tembaga dan ‘metal shielded’. Lapisan metal berfungsi untuk      menghalangi sembarang gangguan luar dari lampu kalimantang, motor dan peralatan       elektronika lain. Lapisan paling luar adalah lapisan plastic yang disebut jack plastik.         Lapisan ini berfungsi seperti jaket yaitu sebagai pelindung bagian terluar.
5. Sebutkan kegunaan fungsi  kabel fiber optik ?
Jawab :
            Untuk mengirimkan data melalui jalur serat optic. Data tersebut berbentuk file digital.
















Materi pelajaran
Dalam Proses Perekaman  selain Perangkat Keras yang digunakan untuk merekam suara, juga menggunakan perangkat lunak  sebagai pendukung proses rekaman yang akan diolah menggunakan bantuan komputer. Karena  selain penggunaan peralatan analog juga menggunakan peralatan  digital sebagai penunjang yang lebih mudah hanya membutuhkan kemampuan sound enginer yang berpengalaman dan handal. Sehingga perekaman menjadi lebih baik.
Pembahasan
Software perekaman terbagi menjadi dua jenis yaitu software multitracking dan mastering software
Software Multitracking adalah program yang dapat merekam dan menjalankan beberapa track sekaligus maupun merekam sumber suara secara overdub (satu-persatu) untuk disusun menjadi satu komposisi lagu. Pada software ini pekerjaan editing, mixing maupun penambahan efek dilakukan. Contoh software jenis ini yaitu cubasse, tracktion, cool edit, cakewalk dan lain-lain
1.      Mastering Software.
Software mastering adalah program yang digunakan untuk memproses hasil mixing stereo (2 track L/R) sehingga lagu menjadi layak dengar dan memiliki kualitas maupun kekerasan suara yang setara secara komersil. Lagu hasil mastering inilah yang biasa kita dengar pada kaset maupun CD komersil dan disebarluaskan. Contoh software tersebut adalah wavelab dan sound forge kalau yang freewarenya wavesour, sound engine dll.
1. Speaker Monitor  
Speaker digunakan untuk mendengar proses dan hasil rekaman. Monitor speaker yang baik harusnya speaker yang memang didesain khusus untuk keperluan recording dan memiliki karakter yang relatif flat (contoh : genelec, M-audio, ESI, dll). Flat adalah suatu istilah yang digunakan untuk menunjukkan sebuah sistem yang memproduksi semua frekuensi, seimbang, lebih atau kurang perbedaannya dengan speaker biasa yaitu respon frekuensinya yang merata dari 50 Hz – 20 KHz.  Speaker biasa umumnya melebih-lebihkan frekuensi-frekuensi tertentu sehingga suara yang dihasilkan terkesan lebih bagus dari suara aslinya, sehingga apabila suara yang dihasilkan sudah terdengar baik pada speaker tersebut belum tentu baik bila didengarkan pada speaker yang lain.
2. Pre amplifier
Preamp digunakan untuk memperkuat sinyal, baik sinyal yang datang dari mikropon ataupun dari instrument musik. Gitar maupun bass listrik tidak dapat direkam secara langsung karena instrumen tersebut memiliki impedansi yang tidak sesuai pada soundcard. Sinyal yang didapat akan terkesan kurus dan pecah. Caranya yaitu output gitar masuk ke preamp lalu output preamp ke input soundcard. Mixer juga memiliki fungsi sebagai preamp selain itu di box juga dapat digunakan sebagai pengganti preamp. Pada perusahaan rekaman, fungsi preamp terdapat pada audio mixer. Jadi audio mixer tersebut digunakan pada proses rekaman (difungsikan sebagai penguat awal atau preamp) dan mixing. 
3. Multi Track Software
Disini adalah software yang kita gunakan untuk memproses data hasil rekaman. Biasanya sudah dilengkapi plug in seperti compressor, reverb, equalizer, amp simulator, drum replacemet, dsb. Beberapa software yang banyak digunakan adalah :
Ø  Pro tools
Ø  Cubbase / nuendo
Ø  Sonar
Ø  Digital performer
Ø  Logic
Ø  Dan sebagainya
4. Audio Converter
Berfungsi untuk mengubah sinyal analog menjadi digital, juga kebalikannya yaitu digital menjadi analog. Converter yang dimaksud disini berbeda dengan sound card kebanyakan yang sering dipakai untuk rumahan atau game. Perbedaan adalah :
a.       Memiliki input yang lebih banyak untuk dapat merekam beberapa instrument secara bersamaan biasanya antara 4 hingga 12 input.
b.      Bisa di link. Apabila satu buah converter tak mencukupi, maka beberapa buah converter dapat di link untuk menyediakan input yang lebih banyak.
c.       Dapat merekam dengan sample rate yang lebih tinggi.
d.      Memiliki bit resolution / dinamik range yang lebih baik. Rata-rata converter audio saat ini memiliki noise sekitar -115 dBFS.
e.       Memiliki fitur “Free Latency Monitoring”. Fitur ini bisa diibaratkan seperti mixer yang berada di sound card, sehingga audio dikeluarkan lagi sebelum diproses oleh multi track software. Keuntungan nya adalah latency (keterlambatan) yang sangat kecil, bahkan terkadang tidak ada sama sekali. Dalam zero latency monitoring yang didengar adalah sinyal sebelum diproses.
Konektor dan Pengkabelan
            Konektor atau sering disebut jack, spin, spade dan banana sebagai ujung tombak kabel audio, berperan penting. Semakin baik bahan konduktor yang digunakan konektor semakin baik pula tingkat efisiensi transmisi sinyal audionya.
            Bahan-bahan penyusun kabel merupakan komponen penting yang membuat suara yang dihasilkan bisa berbeda satu sama lain. Bahan utama sebuah kabel adalah tembaga. Sedangkan bahan untuk penyekat disebut isolator. Kedua bahan disatukan untuk membuat kabel. Konduktor sebagai media penghantar listrik memiliki peran yang besar dalam menentukan kualitas kabel. Bahan konduktor yang sering dipakai adalah untuk kabel audio dapat dijabarkan sebagai berikut
a.       Tough Pitch Cooper/Silver
Adalah bahan konduktor yang umum dipakai untuk kabel listrik jenis  konduktor ini adalah jenis yang paling murah dan kualitas yang kurang baik untuk sinyal audio.
b.      Metal Alloy Conduktor
Adalah bahan konduktor dengan campuran yang unik.
c.       Oxygen Free Copper
Adalah bahan konduktor copper bebas oksigen yang dilapisi silver.
d.      Ohno Continous Casting Copper/Silver
Adalah bahan konduktor copper/silver yang diproses khusus sehingga menghasilkan butir mono Kristal dengan tingkat kemurnian tertinggi saat ini.

A.     Konektor/Jack Audio 
Jenis konektor yang sering digunakan dalam sistem audio adalah RCA, XLR, Tusuk Toa (Mono/Stereo), Mini (Stereo/Mono), Speakon, SPDIF.
1.      Konektor  RCA
Konektor RCA banyak digunakan diperumahan. Konektor ini tersedia male dan female. Yang ada didalam box pesawat adalah female. Hampir setiap peralatan audio visual menggunakan RCA sebagai terminal outputnya ujung konektor sebagai kutub positif sedangkan sisi luasrnya sebagai ground. Dalam kehidupan sehari-hari, konektor ini biasanya berwarna kuning, putih atau hitam dan merah.
 
2.      Konektor XLR      
Konektor XLR biasa disebut juga jack canon. Konektor ini mempunyai 3 kaki, yaitu kaki 1 untuk ground , kaki 2 untuk positif dan kaki 3 untuk negatif. Konektor ini tersedia male dan female. Yang ada didalam box pesawat adalah female untuk hubungan balance, ketiga kaki tersebut harus dihubungkan terpisah, dengan kata lain memakai  3 kabel. Untuk hubungan unbalance, 3 kaki 3 dapat disambungkan dengan kaki 1.
 
3.      Konektor  Tusuk TOA
Konektor jenis ini mempunyai karakteristik seperti RCA, hanya saja bentuknya berbeda. Jadi ujung konektor untuk positif sedangkan lainnya sebagai ground. Konektor ini ada dua jenis, yaitu mono dan stereo.
4.      Konektor Midi
Mini  jack sama dengan konektor tusuk toa, hanya saja bentuknya lebih kecil atau mini.
5.      Konektor Speakon
Speakon adalah konektor yang digunakan untuk koneksi speaker, bentuknya seperti XLR tetapi lebih besar, konektor ini tersedia male dan female.

6.      Konektor SPDIF
Sony Philips Digital Interface Format disingkat S/DIF adalah koleksi perangkat keras dan protocol level rendah untuk pengiriman sinyal audio digital antara perangkat dan komponen stereo. Format ini dikembangkan oleh sony dan Philips. S/PDIF dikenal sebagai format audio yang digunakan untuk mengkoneksikan antar perangkat audio yang digunakan untuk mengkoneksikan antar perangkat audio digital tanpa harus mengkoneversikan dulu ke dalam bentuk analog. Konektor ini bias berbentuk RCA dan konektor tusuk dengan pin 5 atau pin 7.
 
B.     Pengkabelan
Jenis  kabel dibagi berdasarkan fungsinya. Adapun jenis-jenisnya dipaparkan dibawah ini.
Kabel yang dialiri arus/ kabel power
Ø  Kabel yang dialiri arus untuk menyalakan perangkat audio disebut kabel strom kabel power.
Ø  Tanpa kabel strom perangkat audio sebaik apapun tidak dapat menyala 
Ø  Sinyal yang melalui kabel strom ini diubah oleh perangkat audio menjadi sinyal suara. Oleh karena itu kemurnian sinyal yang dialirkan dengan kabel strom sangat mempengaruhi kualitas suara yang dihasilkan oleh perangkat audio.
Kabel digital
Ø  Kabel yang dialiri oleh sinyal digital disebut kabel digital.
Ø  Sinyal digital diambil dari CD/VCD player sebelum dikonversi ke analog oleh DAC (Digital Analog Converter) dalam head unit.
Ø  Ada 2 jenis kabel digital yang sering digunakan, yaitu SPDIF dan TOS-LINK
Ø  Kabel digital format S-PDIF unggul dalam hal kualitas suara (lebih berkesan analog) tetapi panjang maximumnya 2 meter. Apabila dipaksakan lebih dari 2 meter, maka sinyal digital melalui S-PDIF cacat dan dapat menyebabkan kerusakan pada head unit ataupun prosessor.
Ø  Kabel digital format TOS-LINK memang kalah dalam hal kualitas suara namun panjangnya bisa sampai 6 meter atau bahkan lebih.
Kabel Interconnect
Ø  Sinyal analog yang keluar dari prosesor atau head unit adalah sinyal tegangan rendah atau sering disebut sinyal arus lemah. Kabel yang digunakan untuk mengalirkan arus lemah ini menuju amplifier disebut kabel interconnect.
Ø  Ada 2 jenis kabel interconnect yang sering digunakan, yaitu kabel interconnect format balance dan unbalance.
Ø  Kabel unbalance terdiri dari 2 kabel utama yaitu kabel untuk sinyal suara positif dan kabel untuk sinyal suara negatif yang digabung dengan ground.
Ø  Terminasi kabel unbalance umumnya menggunakan model RCA namun bisa juga menggunakan model XLR.
Ø  Desain kabel unbalance lebih sederhana dibandingkan balance sehingga banyak digunakan di ‘audio mobil’ dan ‘audio rumah high end.
Kabel speaker
 
Ø  Sinyal keluaran amplifier adalah sinyal dengan arus tinggi dan sering disebut ‘sinyal arus kuat’.
Ø  Kabel yang digunakan untuk mengalirkan sinyal arus kuat disebut kabel speaker.
Ø  Oleh karena kabel speaker mengalirkan sinyal arus yang kuat ; maka ukuran kabel speaker lebih besar dibandingkan kabel interconnect.
Kabel mikropon

Kabel untuk mikropon terdiri dari  2 jenis, begitu juga dengan kabel balance, yaitu kabel mikropon standar terdiri atas 3 kabel, yaitu shield (grounding/pelindung), kabel untuk kutub positip, dan kabel untuk kutub negatip. Sedangkan di dalam kabel mikropon quad berisi lima kabel, yakni shield, dua kabel untuk kutub posistip dan dua kabel kutub negatip.
Contoh kabel mikropon standard dari canare seperti L2-T2S, terdiri atas dua kabel dalam berwarna biru putih. Isi kedua kabel tersebut masing-masing 60 kawat tipis. Kedua kabel itu dibungkus dengan rajutan kawat yang cukup rapat, berfungsi menolak noise dari luar. Kabel tipe ini sangat fleksibel dan kuat. Lapisan plastic pembungkus luar kabel terbuat dari PVC (Polivinyl Chlorida). Demikian pula untuk pembungkus ke dua kabel bagian dalamnnya.
Kabel Snake
Kabel snake merupakan kumpulan beberapa kabel audio (mikropon) yang dibungkus ulang. Kabel ini biasanya difungsikan untuk menghubungkan input dari panggung ke FOH (Front Of House) atau untuk keperluan instalasi permanen sebuah studio musik.
Kabel Coaxial
Coaxial Kabel adalah suatu jenis kabel yang menggunakan dua buah konduktor. Pusatnya berupa inti kawat padat yang dilingkupi oleh sekat yang kemudian dililit lagi dengan kawat berselaput konduktor. Jenis kabel ini biasa digunakan untuk jaringan dengan bandwidth yang tinggi. Kabel coaxial mempunyai pangalir tembaga ditengah (centre core) lapisan plastik (dielectric insulator) yang mengelilingi tembaga berfungsi sebagai penguat diantara tembaga dan ‘metal shielded’. Lapisan metal berfungsi untuk menghalangi sembarang gangguan luar dari lampu kalimantang, motor dan peralatan elektronika lain. Lapisan paling luar adalah lapisan plastic yang disebut jack plastik. Lapisan ini berfungsi seperti jaket yaitu sebagai pelindung bagian terluar.
     Geometric pada kabel berperan sebagai ground, mengurangi problem skin efek, bunching efek dan lain-lain.
Dalam kabel audio kita mengenal beberapa geometri kabel seperti kabel solid. Kabel serabut, kumpulan kabel serabut dengan geometri tertentu, penampang bundar, penampang gepeng, penampang  hollow-oval dan lain-lain.
 Bahan insulasi atau sering disebut  dielektrik berfungsi sebagai pelindung konduktor, menghalau sinyal radio frekuensi, mengurangi problem skin efek dll. Kita mengenal beberapa bahan insulasi yang sering dipakai di kabel audio PVC, Plastik, FPE, PP Teflon, dan lain-lain.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar