RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
SMK DINAMIKA PEMBANGUNAN 1 JAKARTA
Mata
Pelajaran :
Kompetensi Kejuruan Audio Video (V4)
Kelas
: XI
TAV 1 dan 2
Semester
: Genap/4
Program
Studi : Teknik
Elektronika Audio Video
Standar
Kompetensi : Menjelaskan
Prinsip Pembuatan Master.
|
Kompetensi
Inti
|
Kompetensi
Dasar
|
|
1.
Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang
dianutnya (nilai religius).
|
1.1.
Memahami nilai-nilai keimanan dengan menyadari
hubungan keteraturan dan kompleksitas alam dan jagad raya terhadap kebesaran
tuhan yang menciptakan
|
|
|
1.2.
Mendeskripsikan kebesaran tuhan yang mengatur
karakteristik fenomena suara dan getaran.
|
|
|
1.3.
Mengamalkan nilai-nilai kejujuran dan semangat
dengan keimanan sesuai dengan ajaran agama dalam kehidupam sehari-hari.
|
|
2.
Menghayati dan mengamalkan prilaku jujur,
disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai),
santun responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari
solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan
bangsa dalam pergaualan dunia (nilai sosial).
|
2.1.
Menunjukkan prilaku ilmiah (memiliki rasa ingin
tahu,kreatif, mandiri, kerja keras, inovatif, komunikatif, tanggung jawab dan
disiplin dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam
melakukan percobaan dan berdiskusi.
|
|
|
2.2.
Menghargai kerja individu dan kelompok dalam
aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi melaksanakan percobaan dan
melaporkan hasil percobaan.
|
|
3.
Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan
factual, konseptual, procedural dan metakognitif berdasarkan rasa ingin
tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan humaniora dalam
wawasan kemanusian kebangsaan, kenegaraan dan peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian dalam bidang kerja yang spesifik untuk memecahkan
masalah.
|
3.4.
Memahami fungsi alat pendukung perekaman
suara.
|
Indikator
Pencapaian Kompetensi :
1. Siswa
kelas XI TAV 1 dan 2 mampu mengidentifikasikan fungsi peralatan pendukung untuk
perekaman suara menggunakan model pembelajaran E-Learning dengan KKM 75.
2. Siswa
kelas XI TAV 1 dan 2 mampu menyebutkan fungsi peralatan pendukung perekaman
suara menggunakan model pembelajaran E-Learning dengan KKM 75.
Alokasi
Waktu :
Menit ( 1
Perekaman Suara )
Pertemuan
4
|
A.
Tujuan Pembelajaran
|
Setelah mengikuti pembelajaran peserta
didik akan dapat :
1. Siswa
kelas XI TAV 1dan 2 akan dapat mengidentifikasikan fungsi peralatan pendukung untuk perekaman suara menggunakan model E-Learning dengan KKM
75.
2. Siswa
kelas XI TAV 1 dan 2 akan dapat menyebutkan fungsi peralatan pendukung perekaman suara menggunakan model pembelajaraN E-learning dengan KKM 75.
|
|
|
B. Materi
Pembelajaran
|
1. Fungsi
alat pendukung perekaman suara digital, seperti
Ø Software
mastering
Ø Software
multitracking
Ø Audio
Converter
Ø Driver
Sound Card
Ø Kabel
Ø Konektor
Materi
terlampir
|
|
|
C. Nilai
Karakter bangsa dan Nilai Kewirausahaan yang diterapkan
|
1. Religius
2. Jujur
3. Semangat
4. Rasa
ingin tahu
5. Disiplin
6. Mandiri
7. Kreatif
8. Inovatif
9. Komunikatif
10. Tanggung
jawab
11. Kerja
keras
|
|
|
D.
Metode Pembelajaran
|
1.Ceramah
2.Tanya-jawab
3.E-learning
|
|
|
E. Langkah-langkah
Kegiatan
1.
Pendahuluan, 15
Menit
|
||
|
a) Orientasi
|
1. Guru
menampilkan slide gambar power point fungsi alat pendukung perekaman suara.
|
|
|
b)
Apersepsi
|
1. Ketua
kelas menyiapkan teman-temannya duduk untuk berdoa sesuai dengan agamanya masing-masing dan dilanjutkan dengan memberi salam kepada guru.
2. Guru mengabsen peserta didik yang hadir mengikuti pembelajaran.
3. Peserta
didik menyiapkan buku pelajaran dan modul mastering serta tugas yang telah diberikan sebelumnya.
|
|
|
c)
Motivasi
|
1.
Guru memberikan penjelasan
singkat manfaat fungsi alat pendukung perekaman suara.
|
|
|
2.
Inti, 60 Menit
|
|
|
|
a) Eksplorasi
|
1. Peserta
didik mendefinisikan sendiri materi sesuai pengetahuan yang dimiliki dan dibantu guru
mendefinisikanya dari buku modul
mastering (Pre-test).
2. Peserta
didik menyimak materi yang akan dijelaskan oleh guru dengan
diberikan contoh slide gambar atau buku modul sebagai interaksi antara guru dan sumber belajar.
3. Peserta
didik membaca dan menulis materi yang ditampilkan dalam media pembelajaran power point.
|
|
|
b) Elaborasi
|
1. Guru
menggunakan media pembelajaran power point dan modul mastering sebagai sarana pembelajaran.
2. Guru
memberikan kesempatan bertanya mengenai materi yang telah dijelaskan kepada peserta didik (Post-test).
3. Peserta
didik bertanya mengenai materi yang telah dijelaskan oleh guru.
|
|
|
c) Konfirmasi
|
1. Peserta
didik membacakan dan menuliskan kembali materi yang telah dijelaskan oleh guru.
2. Guru
memberikan latihan soal tentang materi yang telah dijelaskan.
3. Peserta
didik mengerjakan latihan soal yang diberikan oleh guru.
|
|
|
3. Penutup, 15 Menit
1. Guru
dan siswa membahas latihan soal secara bersama-sama yang telah dikerjakan.
2. Guru
memberikan tugas di blogspot untuk dikerjakan dirumah.
3. Guru
menyampaikan rencana materi pembelajaran selanjutnya melalui internet.
|
||
|
F. Alat
dan Bahan Sumber Belajar
|
||
|
a) Alat
|
1. Laptop
2. Proyektor dan Layar
3. Spidol dan Penghapus
4. White Board
5. Modem
6. Internet blogspot
7. Power point fungsi peralatan rekaman
|
|
|
b) Sumber
Belajar
|
1.
Buku model mastering
2.
Kristianto sumoro hadi
Yp,Penghantar ilmu akustik, Jakarta, Hadi sumoro, 2008
3.
Sinclair R Ian, Rekaman dan
reproduksi HI-FI, Jakarta, PT.Elexmedia Komputindo, 1988
4.
Indrawan,teknik servis /Reparasi
tape recorder, Jakarta, Bintang terang jakarta, 1987.
5.
Internet.
|
|
|
G. Penilaian
1.
Pre-test
2.
Post-Test
3.
Latihan soal
4.
Tanya-Jawab
Penilaian Terlampir
|
|
|
Jakarta,
24 Nopemeber 2013
|
Guru
Pamong
|
Mahasiswa
PPL
|
|
|
|
|
Rahmat Sudrajat, S.Pd
|
Yan Fauzi Budiman
|
|
NIK
:
|
NIM : 5215087487
|
Menyetujui,
|
Dosen
Pembimbing
|
|
|
|
Drs.Mufty Ma’sum, M.Pd
|
|
NIP
:
|
Mengetahui,
|
Kepala Sekolah SMK Dinamika
Pembangunan 1 Jakarta
|
|
|
|
MULYANA,
S.H
|
|
NIK :
|
Lembar Latihan soal
Nama
Peserta didik :
Kelas :
Indikator
:
1. Siswa
kelas XI TAV 1 dan 2 akan dapat mengidentifikasikan fungsi alat pendukung
perekaman suara dengan KKM 75.
|
No
|
Soal
|
Skor
Maksimal
|
Skor
Siswa
|
|
1
|
Apakah
yang dimaksud dengan software multitracking ?
|
10
|
|
|
2.
|
Apakah
yang dimaksud dengan software mastering ?
|
10
|
|
|
3.
|
Apakah
fungsi dari Audio Converter?
|
10
|
|
|
4.
|
Apakah
fungsi dari Speaker Flat ?
|
10
|
|
|
5.
|
Apakah
fungsi dari pre-amp ?
|
10
|
|
|
Jumlah skor maksimal
|
50
|
|
|
Nilai Siswa =
100
Penskoran
:
|
No
|
Nilai
|
Keterangan
|
|
1
|
100 – 90
|
Sangat baik
|
|
2
|
80 – 70
|
Baik
|
|
3
|
60 – 50
|
Cukup
|
|
4
|
50 – 40
|
Kurang
|
|
5
|
30 – 10
|
Sangat Kurang
|
Catatan
:
Standar
KKM untuk mata pelajaran produktif sekolah =
75
Nilai latihan soal dan
tugas ditambah untuk mencapai KKM.
Jawaban
Latihan soal
1. Apakah
yang dimaksud dengan software
multitracking ?
Jawab
:
Software
Multitracking adalah program yang dapat merekam dan menjalankan beberapa track
sekaligus maupun merekam sumber suara secara overdub (satu-persatu) untuk
disusun menjadi satu komposisi lagu. Pada software ini pekerjaan editing,
mixing maupun penambahan efek dilakukan. Contoh software jenis ini yaitu
cubasse, tracktion, cool edit, cakewalk dan lain-lain
2.
Apakah yang dimaksud dengan software mastering
?
Jawab
:
Software
mastering adalah program yang digunakan untuk memproses hasil mixing stereo (2
track L/R) sehingga lagu menjadi layak dengar dan memiliki kualitas maupun
kekerasan suara yang setara secara komersil. Lagu hasil mastering inilah yang
biasa kita dengar pada kaset maupun CD komersil dan disebarluaskan. Contoh
software tersebut adalah wavelab dan sound forge kalau yang freewarenya
wavesour, sound engine dll.
3.
Apakah fungsi dari Audio Converter ?
Jawab
:
Audio converter berfungsi untuk
mengubah sinyal analog menjadi digital, juga kebalikannya yaitu digital menjadi
analog. Converter yang dimaksud disini berbeda dengan sound card kebanyakan
yang sering dipakai untuk rumahan atau game.
4.
Apakah fungsi dari Speaker Flat ?
Jawab
:
Speaker digunakan untuk mendengar
proses dan hasil rekaman. Monitor speaker yang baik harusnya speaker yang
memang didesain khusus untuk keperluan recording dan memiliki karakter yang
relatif flat (contoh : genelec, M-audio, ESI, dll). Flat adalah suatu istilah
yang digunakan untuk menunjukkan sebuah sistem yang memproduksi semua frekuensi,
seimbang, lebih atau kurang perbedaannya dengan speaker biasa yaitu respon
frekuensinya yang merata dari 50 Hz – 20 KHz.
5.
Apakah fungsi dari pre-amp ?
Jawab
:
Preamp
digunakan untuk memperkuat sinyal, baik sinyal yang datang dari mikropon ataupun
dari instrument musik.
Lembar Tugas
Nama Peserta didik :
Kelas :
Indikator :
1. Siswa
kelas XI TAV 1 dan 2 mampu menyebutkan fungsi alat pendukung untuk perekaman
suara KKM 75.
|
No
|
Soal
|
Skor
Maksimal
|
Skor
Siswa
|
|
1
|
Sebutkan
macam-macam konektor untuk perekaman suara ?
|
10
|
|
|
2.
|
Sebutkan
jenis-jenis kabel yang digunakan dalam perekaman suara ?
|
10
|
|
|
3.
|
Sebutkan
kegunaan/fungsi dari kabel twisted
pair?
|
10
|
|
|
4.
|
Sebutkan
kegunan /fungsi dari kabel coaxial ?
|
10
|
|
|
5.
|
Sebutkan
kegunaan/fungsi dari kabel fiber optic ?
|
10
|
|
|
Jumlah skor maksimal
|
50
|
|
|
Nilai Siswa =
100
Penskoran
:
|
No
|
Nilai
|
Keterangan
|
|
1
|
100 – 90
|
Sangat baik
|
|
2
|
80 – 70
|
Baik
|
|
3
|
60 – 50
|
Cukup
|
|
4
|
50 – 40
|
Kurang
|
|
5
|
30 – 10
|
Sangat Kurang
|
Catatan
:
Standar
KKM untuk mata pelajaran produktif sekolah =
75
Nilai latihan soal dan
tugas ditambah untuk mencapai KKM.
Jawaban Tugas
1. Sebutkan
macam-macam konektor untuk perekaman suara ?
Jawab
:
Ø
Konektor RCA
Ø
Konektor
XLR
Ø
Konektor
Tusuk Toa (Mono/Stereo)
Ø
Konektor Mini (Stereo/Mono)
Ø
Konektor Speakon
Ø Konektor SPDIF
2.
Sebutkan jenis-jenis kabel yang digunakan dalam perekaman suara ?
Jawab :
Ø Kabel
power
Ø
Kabel digital
Ø
Kabel interconnect
Ø
Kabel mikropon
Ø
Kabel speaker
Ø
Kabel snake
Ø
Kabel coaxial
Ø Kabel
twisted pair
3. Sebutkan fungsi/kegunaan dari kabel twisted pair ?
Jawab
:
Twisted pair biasa digunakan untuk
antena televise. Memiliki serabut kawat dan inti kabel untuk mengkombinasikan dengan jack-konektor antena
televise.
4. Sebutkan
kegunaan dari Kabel Coaxial ?
Jawab
:
Coaxial Kabel adalah suatu jenis kabel yang
menggunakan dua buah konduktor. Pusatnya
berupa inti kawat padat yang dilingkupi oleh sekat yang kemudian dililit lagi dengan kawat berselaput konduktor. Jenis
kabel ini biasa digunakan untuk jaringan dengan
bandwidth yang tinggi. Kabel coaxial mempunyai pangalir tembaga ditengah (centre core) lapisan plastik (dielectric
insulator) yang mengelilingi tembaga berfungsi sebagai
penguat diantara tembaga dan ‘metal shielded’. Lapisan metal berfungsi untuk menghalangi sembarang gangguan luar dari
lampu kalimantang, motor dan peralatan elektronika
lain. Lapisan paling luar adalah lapisan plastic yang disebut jack plastik. Lapisan ini berfungsi seperti jaket
yaitu sebagai pelindung bagian terluar.
5.
Sebutkan kegunaan fungsi kabel fiber
optik ?
Jawab
:
Untuk mengirimkan data melalui jalur
serat optic. Data tersebut berbentuk file digital.
Materi pelajaran
Dalam
Proses Perekaman selain Perangkat Keras
yang digunakan untuk merekam suara, juga menggunakan perangkat lunak sebagai pendukung proses rekaman yang akan
diolah menggunakan bantuan komputer. Karena
selain penggunaan peralatan analog juga menggunakan peralatan digital sebagai penunjang yang lebih mudah
hanya membutuhkan kemampuan sound enginer yang berpengalaman dan handal.
Sehingga perekaman menjadi lebih baik.
Pembahasan

Software
perekaman terbagi menjadi dua jenis yaitu software multitracking dan mastering
software
Software Multitracking adalah
program yang dapat merekam dan menjalankan beberapa track sekaligus maupun
merekam sumber suara secara overdub (satu-persatu) untuk disusun menjadi satu
komposisi lagu. Pada software ini pekerjaan editing, mixing maupun penambahan
efek dilakukan. Contoh software jenis ini yaitu cubasse, tracktion, cool edit,
cakewalk dan lain-lain
1. Mastering
Software.

Software
mastering adalah program yang digunakan untuk memproses hasil mixing stereo (2
track L/R) sehingga lagu menjadi layak dengar dan memiliki kualitas maupun
kekerasan suara yang setara secara komersil. Lagu hasil mastering inilah yang
biasa kita dengar pada kaset maupun CD komersil dan disebarluaskan. Contoh
software tersebut adalah wavelab dan sound forge kalau yang freewarenya
wavesour, sound engine dll.
1. Speaker Monitor

Speaker
digunakan untuk mendengar proses dan hasil rekaman. Monitor speaker yang baik
harusnya speaker yang memang didesain khusus untuk keperluan recording dan
memiliki karakter yang relatif flat (contoh : genelec, M-audio, ESI, dll). Flat
adalah suatu istilah yang digunakan untuk menunjukkan sebuah sistem yang
memproduksi semua frekuensi, seimbang, lebih atau kurang perbedaannya dengan
speaker biasa yaitu respon frekuensinya yang merata dari 50 Hz – 20 KHz. Speaker biasa umumnya melebih-lebihkan
frekuensi-frekuensi tertentu sehingga suara yang dihasilkan terkesan lebih
bagus dari suara aslinya, sehingga apabila suara yang dihasilkan sudah
terdengar baik pada speaker tersebut belum tentu baik bila didengarkan pada
speaker yang lain.
2. Pre amplifier

Preamp
digunakan untuk memperkuat sinyal, baik sinyal yang datang dari mikropon
ataupun dari instrument musik. Gitar maupun bass listrik tidak dapat direkam
secara langsung karena instrumen tersebut memiliki impedansi yang tidak sesuai
pada soundcard. Sinyal yang didapat akan terkesan kurus dan pecah. Caranya
yaitu output gitar masuk ke preamp lalu output preamp ke input soundcard. Mixer
juga memiliki fungsi sebagai preamp selain itu di box juga dapat digunakan
sebagai pengganti preamp. Pada perusahaan rekaman, fungsi preamp terdapat pada
audio mixer. Jadi audio mixer tersebut digunakan pada proses rekaman
(difungsikan sebagai penguat awal atau preamp) dan mixing.
3. Multi Track Software

Disini adalah software
yang kita gunakan untuk memproses data hasil rekaman. Biasanya sudah dilengkapi
plug in seperti compressor, reverb, equalizer, amp simulator, drum replacemet,
dsb. Beberapa software yang banyak digunakan adalah :
Ø Pro
tools
Ø Cubbase
/ nuendo
Ø Sonar
Ø Digital
performer
Ø Logic
Ø Dan
sebagainya
4. Audio Converter

Berfungsi
untuk mengubah sinyal analog menjadi digital, juga kebalikannya yaitu digital
menjadi analog. Converter yang dimaksud disini berbeda dengan sound card
kebanyakan yang sering dipakai untuk rumahan atau game. Perbedaan adalah :
a. Memiliki
input yang lebih banyak untuk dapat merekam beberapa instrument secara
bersamaan biasanya antara 4 hingga 12 input.
b. Bisa
di link. Apabila satu buah converter tak mencukupi, maka beberapa buah
converter dapat di link untuk menyediakan input yang lebih banyak.
c. Dapat
merekam dengan sample rate yang lebih tinggi.
d. Memiliki
bit resolution / dinamik range yang lebih baik. Rata-rata converter audio saat
ini memiliki noise sekitar -115 dBFS.
e. Memiliki
fitur “Free Latency Monitoring”. Fitur ini bisa diibaratkan seperti mixer yang
berada di sound card, sehingga audio dikeluarkan lagi sebelum diproses oleh
multi track software. Keuntungan nya adalah latency (keterlambatan) yang sangat
kecil, bahkan terkadang tidak ada sama sekali. Dalam zero latency monitoring
yang didengar adalah sinyal sebelum diproses.
Konektor
dan Pengkabelan
Konektor atau sering disebut jack, spin, spade dan banana
sebagai ujung tombak kabel audio, berperan penting. Semakin baik bahan
konduktor yang digunakan konektor semakin baik pula tingkat efisiensi transmisi
sinyal audionya.
Bahan-bahan penyusun kabel merupakan komponen penting
yang membuat suara yang dihasilkan bisa berbeda satu sama lain. Bahan utama
sebuah kabel adalah tembaga. Sedangkan bahan untuk penyekat disebut isolator.
Kedua bahan disatukan untuk membuat kabel. Konduktor sebagai media penghantar
listrik memiliki peran yang besar dalam menentukan kualitas kabel. Bahan
konduktor yang sering dipakai adalah untuk kabel audio dapat dijabarkan sebagai
berikut
a. Tough
Pitch Cooper/Silver
Adalah bahan konduktor yang umum dipakai
untuk kabel listrik jenis konduktor ini
adalah jenis yang paling murah dan kualitas yang kurang baik untuk sinyal
audio.
b. Metal
Alloy Conduktor
Adalah bahan konduktor dengan campuran
yang unik.
c. Oxygen
Free Copper
Adalah bahan konduktor copper bebas
oksigen yang dilapisi silver.
d. Ohno
Continous Casting Copper/Silver
Adalah bahan konduktor copper/silver
yang diproses khusus sehingga menghasilkan butir mono Kristal dengan tingkat
kemurnian tertinggi saat ini.
A.
Konektor/Jack Audio
Jenis
konektor yang sering digunakan dalam sistem audio adalah RCA, XLR, Tusuk Toa
(Mono/Stereo), Mini (Stereo/Mono), Speakon, SPDIF.

1.
Konektor RCA
Konektor
RCA banyak digunakan diperumahan. Konektor ini tersedia male dan female. Yang ada
didalam box pesawat adalah female. Hampir setiap peralatan audio visual
menggunakan RCA sebagai terminal outputnya ujung konektor sebagai kutub positif
sedangkan sisi luasrnya sebagai ground. Dalam kehidupan sehari-hari, konektor
ini biasanya berwarna kuning, putih atau hitam dan merah.
2. Konektor
XLR
Konektor
XLR biasa disebut juga jack canon. Konektor ini mempunyai 3 kaki, yaitu kaki 1
untuk ground , kaki 2 untuk positif dan kaki 3 untuk negatif. Konektor ini
tersedia male dan female. Yang ada didalam box pesawat adalah female untuk
hubungan balance, ketiga kaki tersebut harus dihubungkan terpisah, dengan kata
lain memakai 3 kabel. Untuk hubungan
unbalance, 3 kaki 3 dapat disambungkan dengan kaki 1.
3.
Konektor Tusuk TOA
Konektor
jenis ini mempunyai karakteristik seperti RCA, hanya saja bentuknya berbeda. Jadi
ujung konektor untuk positif sedangkan lainnya sebagai ground. Konektor ini ada
dua jenis, yaitu mono dan stereo.

4.
Konektor Midi
Mini jack sama dengan konektor tusuk toa, hanya
saja bentuknya lebih kecil atau mini.

5.
Konektor Speakon
Speakon
adalah konektor yang digunakan untuk koneksi speaker, bentuknya seperti XLR
tetapi lebih besar, konektor ini tersedia male dan female.

6.
Konektor SPDIF
Sony
Philips Digital Interface Format disingkat S/DIF adalah koleksi perangkat keras
dan protocol level rendah untuk pengiriman sinyal audio digital antara
perangkat dan komponen stereo. Format ini dikembangkan oleh sony dan Philips.
S/PDIF dikenal sebagai format audio yang digunakan untuk mengkoneksikan antar
perangkat audio yang digunakan untuk mengkoneksikan antar perangkat audio
digital tanpa harus mengkoneversikan dulu ke dalam bentuk analog. Konektor ini
bias berbentuk RCA dan konektor tusuk dengan pin 5 atau pin 7.
B.
Pengkabelan
Jenis kabel dibagi berdasarkan fungsinya. Adapun
jenis-jenisnya dipaparkan dibawah ini.

Kabel yang dialiri
arus/ kabel power
Ø Kabel
yang dialiri arus untuk menyalakan perangkat audio disebut kabel strom kabel
power.
Ø Tanpa
kabel strom perangkat audio sebaik apapun tidak dapat menyala
Ø Sinyal
yang melalui kabel strom ini diubah oleh perangkat audio menjadi sinyal suara.
Oleh karena itu kemurnian sinyal yang dialirkan dengan kabel strom sangat
mempengaruhi kualitas suara yang dihasilkan oleh perangkat audio.
Kabel digital

Ø Kabel
yang dialiri oleh sinyal digital disebut kabel digital.
Ø Sinyal
digital diambil dari CD/VCD player sebelum dikonversi ke analog oleh DAC
(Digital Analog Converter) dalam head unit.
Ø Ada
2 jenis kabel digital yang sering digunakan, yaitu SPDIF dan TOS-LINK
Ø Kabel
digital format S-PDIF unggul dalam hal kualitas suara (lebih berkesan analog)
tetapi panjang maximumnya 2 meter. Apabila dipaksakan lebih dari 2 meter, maka
sinyal digital melalui S-PDIF cacat dan dapat menyebabkan kerusakan pada head
unit ataupun prosessor.
Ø Kabel
digital format TOS-LINK memang kalah dalam hal kualitas suara namun panjangnya
bisa sampai 6 meter atau bahkan lebih.
Kabel
Interconnect

Ø Sinyal
analog yang keluar dari prosesor atau head unit adalah sinyal tegangan rendah
atau sering disebut sinyal arus lemah. Kabel yang digunakan untuk mengalirkan
arus lemah ini menuju amplifier disebut kabel interconnect.
Ø Ada
2 jenis kabel interconnect yang sering digunakan, yaitu kabel interconnect
format balance dan unbalance.
Ø Kabel
unbalance terdiri dari 2 kabel utama yaitu kabel untuk sinyal suara positif dan
kabel untuk sinyal suara negatif yang digabung dengan ground.
Ø Terminasi
kabel unbalance umumnya menggunakan model RCA namun bisa juga menggunakan model
XLR.
Ø Desain
kabel unbalance lebih sederhana dibandingkan balance sehingga banyak digunakan
di ‘audio mobil’ dan ‘audio rumah high end.
Kabel speaker
Ø Sinyal
keluaran amplifier adalah sinyal dengan arus tinggi dan sering disebut ‘sinyal
arus kuat’.
Ø Kabel
yang digunakan untuk mengalirkan sinyal arus kuat disebut kabel speaker.
Ø Oleh
karena kabel speaker mengalirkan sinyal arus yang kuat ; maka ukuran kabel
speaker lebih besar dibandingkan kabel interconnect.
Kabel mikropon

Kabel
untuk mikropon terdiri dari 2 jenis,
begitu juga dengan kabel balance, yaitu kabel mikropon standar terdiri atas 3
kabel, yaitu shield (grounding/pelindung), kabel untuk kutub positip, dan kabel
untuk kutub negatip. Sedangkan di dalam kabel mikropon quad berisi lima kabel,
yakni shield, dua kabel untuk kutub posistip dan dua kabel kutub negatip.
Contoh
kabel mikropon standard dari canare seperti L2-T2S, terdiri atas dua kabel
dalam berwarna biru putih. Isi kedua kabel tersebut masing-masing 60 kawat
tipis. Kedua kabel itu dibungkus dengan rajutan kawat yang cukup rapat,
berfungsi menolak noise dari luar. Kabel tipe ini sangat fleksibel dan kuat.
Lapisan plastic pembungkus luar kabel terbuat dari PVC (Polivinyl Chlorida).
Demikian pula untuk pembungkus ke dua kabel bagian dalamnnya.
Kabel Snake

Kabel snake merupakan
kumpulan beberapa kabel audio (mikropon) yang dibungkus ulang. Kabel ini
biasanya difungsikan untuk menghubungkan input dari panggung ke FOH (Front Of
House) atau untuk keperluan instalasi permanen sebuah studio musik.
Kabel Coaxial

Coaxial Kabel adalah
suatu jenis kabel yang menggunakan dua buah konduktor. Pusatnya berupa inti
kawat padat yang dilingkupi oleh sekat yang kemudian dililit lagi dengan kawat
berselaput konduktor. Jenis kabel ini biasa digunakan untuk jaringan dengan bandwidth
yang tinggi. Kabel coaxial mempunyai pangalir tembaga ditengah (centre core)
lapisan plastik (dielectric insulator) yang mengelilingi tembaga berfungsi
sebagai penguat diantara tembaga dan ‘metal shielded’. Lapisan metal berfungsi
untuk menghalangi sembarang gangguan luar dari lampu kalimantang, motor dan
peralatan elektronika lain. Lapisan paling luar adalah lapisan plastic yang
disebut jack plastik. Lapisan ini berfungsi seperti jaket yaitu sebagai
pelindung bagian terluar.
Geometric
pada kabel berperan sebagai ground, mengurangi problem skin efek, bunching efek
dan lain-lain.
Dalam kabel audio kita
mengenal beberapa geometri kabel seperti kabel solid. Kabel serabut, kumpulan
kabel serabut dengan geometri tertentu, penampang bundar, penampang gepeng,
penampang hollow-oval dan lain-lain.
Bahan insulasi atau sering disebut dielektrik berfungsi sebagai pelindung
konduktor, menghalau sinyal radio frekuensi, mengurangi problem skin efek dll.
Kita mengenal beberapa bahan insulasi yang sering dipakai di kabel audio PVC,
Plastik, FPE, PP Teflon, dan lain-lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar