Tugas RPP 7



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
SMK DINAMIKA PEMBANGUNAN 1 JAKARTA

Mata Pelajaran                        : Kompetensi Kejuruan Audio Video (V4) 
Kelas                                       : XI TAV 1 dan 2
Semester                                  : Genap/4
Program Studi                         : Teknik Elektronika Audio Video  
Standar Kompetensi               : Menjelaskan Prinsip Pembuatan Master
Kompetensi Inti
Kompetensi Dasar
1.      Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya (nilai religius).
1.1.   Memahami nilai-nilai keimanan dengan menyadari hubungan keteraturan dan kompleksitas alam dan jagad raya terhadap kebesaran tuhan yang menciptakan

1.2.   Mendeskripsikan kebesaran tuhan yang mengatur karakteristik fenomena suara dan getaran.

1.3.   Mengamalkan nilai-nilai kejujuran dan semangat dengan keimanan sesuai dengan ajaran agama dalam kehidupam sehari-hari.
2.      Menghayati dan mengamalkan prilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaualan dunia (nilai sosial).
2.1.   Menunjukkan prilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu,kreatif, mandiri, kerja keras, inovatif, komunikatif, tanggung jawab dan disiplin dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan percobaan dan berdiskusi.

2.2.   Menghargai kerja individu dan kelompok dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi melaksanakan percobaan dan melaporkan hasil percobaan.
3.      Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan factual, konseptual, procedural dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan humaniora dalam wawasan kemanusian kebangsaan, kenegaraan dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian dalam bidang kerja yang spesifik untuk memecahkan masalah.
3.6.   Menjelaskan macam-macam dan penempatan mikropon pada instrument.

Indikator Pencapaian Kompetensi  :  
1.      Siswa kelas XI TAV 1 dan 2 mampu menyebutkan penempatan mikropon pada instrument menggunakan model pembelajaran E-Learning dengan  KKM 75.
2.      Siswa kelas XI TAV 1 dan 2 mampu mengidentifikasikan  macam-macam mikropon berdasarkan karakteristiknya  pada instrument menggunakan model pembelajaran E-Learning dengan KKM 75.
Alokasi Waktu                       :  Menit ( 1 Perekaman Suara )
Pertemuan 6
A. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti pembelajaran peserta didik akan dapat :
1.      Siswa kelas XI TAV 1 dan 2 akan dapat menyebutkan penempatan     mikropon pada instrument menggunakan model pembelajaran   E-Learning dengan KKM 75.
2.      Siswa kelas XI TAV 1 dan 2 akan dapat mengidentifikasi penempatan mikropon pada instrument menggunakan model pembelajaran E-Learning dengan KKM 75.     
B.    Materi Pembelajaran
1.      Macam-macam mikrofon dan karakteristiknya.
2.      Penempatan mikrofon pada instrument suara.
Materi terlampir
C.    Nilai Karakter bangsa       dan Nilai       Kewirausahaan yang       diterapkan
1.      Religius
2.      Jujur
3.      Semangat
4.      Rasa ingin tahu
5.      Disiplin
6.      Mandiri
7.      Kreatif
8.      Inovatif
9.      Komunikatif
10.  Tanggung jawab
11.  Kerja keras
D.    Metode Pembelajaran
1.Ceramah
2.Tanya-jawab
3.E-Learning
E.  Langkah-langkah Kegiatan
1.    Pendahuluan, 15 Menit 
a)   Orientasi
1.  Guru menampilkan slide gambar power point  penempatan pada     instrument.
b)  Apersepsi

1.   Ketua kelas menyiapkan teman-temannya duduk untuk berdoa     sesuai dengan agamanya masing-masing dan dilanjutkan     dengan memberi salam kepada guru.
2.   Guru mengabsen peserta didik yang hadir mengikuti     pembelajaran.
3.   Peserta didik menyiapkan buku pelajaran dan modul mastering     serta tugas yang telah         diberikan sebelumnya.
c)   Motivasi

1.      Guru memberikan penjelasan singkat kegunaan macam-macam       mikropon dan penempatan mikropon pada instrument.
2.      Inti, 60 Menit

a)   Eksplorasi
1.   Peserta didik mendefinisikan sendiri materi sesuai pengetahuan     yang dimiliki dan dibantu guru mendefinisikanya dari buku     modul mastering (Pre-test).
2.   Peserta didik menyimak materi yang akan dijelaskan oleh guru      dengan diberikan contoh slide gambar atau buku modul sebagai     interaksi antara guru dan sumber belajar.
3.   Peserta didik membaca dan menulis materi yang ditampilkan     dalam media pembelajaran power point.  
b)  Elaborasi
1.   Guru menggunakan media pembelajaran power point dan modul     mastering audio sebagai sarana pembelajaran.
2.   Guru memberikan kesempatan bertanya kepada siswa      mengenai materi yang telah dijelaskan (Post-test). 
3.   Peserta didik bertanya mengenai materi yang telah dijelaskan     oleh guru.
c)   Konfirmasi
1.   Peserta didik membacakan dan menuliskan kembali materi     yang telah dijelaskan oleh guru.
2.   Guru memberikan latihan soal tentang materi yang telah     dijelaskan.
3.   Peserta didik mengerjakan latihan soal yang diberikan oleh     guru.
3. Penutup, 15 Menit
1.      Guru dan siswa membahas latihan soal yang telah dikerjakan secara bersama-sama.
2.      Guru memberikan tugas di blogspot untuk dikerjakan dirumah.
3.      Menyampaikan rencana materi pembelajaran selanjutnya selanjutnya melalui internet.
F.      Alat dan Bahan Sumber Belajar
a)      Alat
1.      Laptop
2.      Proyektor dan Layar
3.      Spidol dan Penghapus
4.      White Board
5.      Modem
6.      Internet blogspot
7.      Power point penempatan mikropon pada instrument
b)      Sumber Belajar
1.      Buku model mastering
2.      Kristianto sumoro hadi Yp,Penghantar ilmu akustik, Jakarta, Hadi sumoro, 2008
3.      Sinclair R Ian, Rekaman dan reproduksi HI-FI, Jakarta, PT.Elexmedia Komputindo, 1988
4.      Indrawan,teknik servis /Reparasi tape recorder, Jakarta, Bintang terang jakarta, 1987.
5.      Internet
6.      Forum solfegio indonesia komunitas musik indonesia yogyakarta.
G.    Penilaian
1.          Pre-test
2.          Post-test
3.          Latihan soal
4.         Tanya-Jawab
Latihan soal da tugas terlampir















Jakarta, 24 Nopember  2013
Guru Pamong
Mahasiswa PPL


Rahmat Sudrajat, S.Pd
Yan Fauzi Budiman
NIP :
NIM : 5215087487
Menyetujui,
Dosen Pembimbing

Drs.Mufty Ma’sum, M.Pd
NIP :
Mengetahui,
Kepala Sekolah SMK Dinamika Pembangunan 1 Jakarta

MULYANA, S.H
NIP :






           Lembar  Latihan soal
           Nama Peserta didik                 :
           Kelas                                       :
           Indikator                                 :
1.      Siswa kelas XI TAV 1 dan 2 mampu menyebutkan penempatan mikropon pada instrument. 
No
Soal
Skor Maksimal
Skor Siswa
1
sebutkan  karakteristik mikropon dari sudut penempatanya ?
10

2.
Sebutkan macam-macam penempatan mikopon  yang anda ketahui ?
10

3.
Sebutkan merk mikropon yang anda ketahui ?
10

4.
Sebutkan cara penempatan  mikropon untuk drama ?
10

5.
Sebutkan cara menempatakan  mikropon untuk koor ?
10

Jumlah skor maksimal
50

Nilai Siswa =  100
Penskoran :
No
Nilai
Keterangan
1
100 – 09
Sangat baik
2
80 – 70
Baik
3
60 – 50
Cukup
4
50 – 40
Kurang
5
30 – 10
Sangat Kurang
Catatan :
Standar Kriteria Ketuntasan Minimal untuk mata pelajaran produktif sekolah =  75
Nilai latihan soal dan tugas ditambahakan untuk mencapai KKM.
Jawaban Latihan Soal
1)      sebutkan  karakteristik mikropon dari sudut penempatanya ?
Jawab :
1.      Mikropon Omnidirectional

Mikropon omnidirectional merupakan mikropon yang mempunyai sensivitas ke segala arah.
2.      Mikropon Bidirectional
Mikropon Bidirectional merupakan mikropon yang mempunyai daerah sensivitas dua arah berbentuk seperti angka 8 dengan nilai kepekaan pada bagian depan dan belakang mikropon.
3.      Mikropon directional
Mikropon directional merupakan mikropon yang mempunyai sensivitas hanya ke arah depan dan sudut-sudut kecil disekitarnya.
2)      Sebutkan macam-macam penempatan mikopon  yang anda ketahui?
Jawab :
Ø  Mikropon untuk announcer
Ø  Mikropon untuk merekam dialog
Ø  Mikropon untuk drama
Ø  Mikropon untuk vokalis
Ø  Mikropon koor
Ø  Mikropon untuk obo, saxophone , clarinet dan fluto
Ø  Mikropon untuk timpani
Ø  Mikropon untuk drum
Ø  Mikropon untuk piano
Ø  Mikropon untuk amplifier
3)      Sebutkan merk mikropon yang anda ketahui ?
Jawab :
Shure
4)      Sebutkan cara penempatan  mikropon untuk drama ?
Jawab :
Gunakan dua mikropon (biderctional atau umni/uni directional) untuk setiap dua orang pemain.
Berbeda dengan drama televise karena mic tidak boleh terlihat oleh penonton, maka digunakan gun mic (condenser) dengan polar arah super cardioids dengan menggantungkan mic tersebut pada ketinggian tertentu pada boom stand dengan sudut 30 derajat diarahkan kepada pembicara.
Untuk mengarahkan mic kepada pembicara karena ia bergerak terus maka dibutuhkan seorang teknisi utnuk mengubah arah mic tersebut. Gun mic ini mempunyai sudut (polar arah) yang sempit, sehingga noise yang tidak diinginkan dapat dihindari. Ada beberapa cara menempatkan mic untuk mendapatkan suara yang diinginkan. Cara-cara ini dapat juga diperbaiki sesuai dengan pengalaman-pengalaman yang dimiliki oleh operator.
 


5)      Sebutkan cara menempatakan  mikropon untuk koor ?
Jawab :
Tempatkan mic 2 sampai dengan 3 feet dari chorus. Membagi chorus dalam beberapa group kecil dan membagi mic pada tiap group dengan jarak 6 sampai dengan 9 feet.
Lembar  Latihan soal
           Nama Peserta didik                 :
           Kelas                                       :
           Indikator                                 :
1.      Siswa kelas XI TAV 1 dan 2 mampu menyebutkan penempatan mikropon pada instrument. 
No
Soal
Skor Maksimal
Skor Siswa
1
sebutkan  penempatan mikropon pada drum ?
10

2.
Sebutkan cara penempatan mikropon pada instrument obo?
10

3.
Sebutkan penempatan mikropon  pada saxophone ?
10

4.
Sebutkan penempatan mikropon pada klarinet ?
10

5.
Sebutkan penempatan mikropon pada piano ?
10

Jumlah skor maksimal
50

Nilai Siswa =  100
Penskoran :
No
Nilai
Keterangan
1
100 – 09
Sangat baik
2
80 – 70
Baik
3
60 – 50
Cukup
4
50 – 40
Kurang
5
30 – 10
Sangat Kurang
Catatan :
Standar Kriteria Ketuntasan Minimal untuk mata pelajaran produktif sekolah =  75
Nilai latihan soal dan tugas ditambahakan untuk mencapai KKM.





















Materi ajar :
Pendahuluan
Tata suara adalah suatu teknik pengaturan peralatan suara atau bunyi pada suatu acara pertunjukan, pertemuan, rekaman, dan lain-lain. Tata suara memainkan peranan penting dalam suatu pertunjukan langsung dan menjadi satu bagian tak terpisahkan dari tata panggung dan bahkan acara pertunjukan itu sendiri. Tata suara erat kaitannya dengan pengaturan penguatan suara agar bisa terdengar keras tanpa mengabaikan kualitas suara-suara yang dikuatkan. pengaturan tersebut meliputi pengaturan mikropon-mikropon, kabel-kabel, prosesor dan efek suara, serta pengaturan konsul mixer, juga audio  power amplifier dan speaker-speakernya secara keseluruhan.
Prilaku kasus awal pengamatan di luar ruangan, jika dimiliki kombinasi mikropon / amplifier / loudspeaker dalam ruang yang sama dan secara berangsur-angsur penguatan amplifier mengeraskan suara sampai mendekati titik batas umpan balik. Frekuensi respon kelistrikan berubah dengan penguatan berubah. Ini dinamakan gain bandwidth product yaitu hasil kali besar bandwidth dan penguatan tetap, sehingga bila penguatan diturunkan respon frekuensi bertambah dan sebaliknya. Akibatnya mempengaruhi jalur umpan balik akustik antara loudspeaker dan mikropon. Sebagaimana orang berbicara dengan dengan mikropon, mikropon mendengar tidak hanya langsung dari suara pembicara, namun juga gema yang dihasilkan oleh loudspeaker dengan baik.
Materi
Banyak cara yang dilakukan didalam menempatkan mikropon untuk mendapatkan suara yang baik. Cara ini dilakukan berdasarkan dalil-dalil akustik perambatan suara dan juga ditambah dengan pengalaman operator
Untuk mendapatkan suara yang baik, tidak hanya dari bagaimana penempatan mic, tetapi juga dari pemilihan mic yang tepat. Sering sekali terjadi pengguna mic tidak memperhatikan karakteristik mic.
a.      Mikropon untuk announcer
Untuk suara orang yang berbicara langsung di depan mikropon, digunakan mikropon condenser yang berkualitas tinggi dengan segala arah (omni/uni directional). Letakkan dengan jarak 25 sampai 60 cm dari mulut pembicara, akustik, air conditioning (AC) dan lain-lain yang ada disekitarnya. Jika ruangan yang digunakan banyak gangguannya hendaknya jarak diperdekat.
b.      Mikropon untuk merekam dialog (wawancara)
Kedua pembicara dapat duduk berdampingan di depan, tetapi ini akan membuat kedua pembicara duduk berdesakan dan juga bila salah seorang pembicara lebih keras suaranya, sulit untuk mengatur keseimbangan suara. Tetapi dapat diatur dengan cara menggeser pembicara yang keras suaranya untuk agak menjauh dari mic. Cara yang paling banyak adalah dengan menggunakan mic yang mempunyai polar arah bidirectional atau omni/uni directional.
c.       Mikropon untuk drama
Gunakan dua mikropon (biderctional atau umni/uni directional) untuk setiap dua orang pemain.
Berbeda dengan drama televise karena mic tidak boleh terlihat oleh penonton, maka digunakan gun mic (condenser) dengan polar arah super cardioids dengan menggantungkan mic tersebut pada ketinggian tertentu pada boom stand dengan sudut 30 derajat diarahkan kepada pembicara.
Untuk mengarahkan mic kepada pembicara karena ia bergerak terus maka dibutuhkan seorang teknisi utnuk mengubah arah mic tersebut. Gun mic ini mempunyai sudut (polar arah) yang sempit, sehingga noise yang tidak diinginkan dapat dihindari. Ada beberapa cara menempatkan mic untuk mendapatkan suara yang diinginkan. Cara-cara ini dapat juga diperbaiki sesuai dengan pengalaman-pengalaman yang dimiliki oleh operator.
 
d.      Mikropon untuk vokalis (Penyanyi)
Tempatkan mic 1 inch atau lebih dari mulut si penyanyi untuk menghasilkan sound nafas. Tempatkan mc 1 inch sampai dengan 6 inch dari penyanyi dan kecilkan suara nafas serta suara yang pecah dan penyanyi.
 
e.       Mikropon untuk Chorus (Koor)
Tempatkan mic 2 sampai dengan 3 feet dari chorus. Membagi chorus dalam beberapa group kecil dan membagi mic pada tiap group dengan jarak 6 sampai dengan 9 feet.
f.        Mikropon untuk Obo, Klarinet, Saxophone dan flute
Tempatkan mic diatas jari tempat menutup lubang alat musik tersebut adapun jarak disesuaikan.
g.      Mikropon untuk timpani
Tempatkan mic 8 inch diatas alat musik.
h.      Mikropon untuk vibraphone
Tempatkan mic 4 sampai dengan 6 inch diatas keyboard
i.        Mikropon untuk drum set
Dua mic diletakkan di atas perangkat drum untuk mendapatkan effect stereo (satu dikanan dan satu dikiri) mic untuk snare drum dengan jarak kira-kira 10 cm (mic diatas snare dapat juga menangkap suara hit-hat).
Mic untuk tom-tom dengan jarak 10 cm dapat juga menangkap suara cymbal. Bass drum mic dapat dipasang didalam bass drum dengan jarak 10 cm.
j.        Mikropon Untuk merekam piano
k.      Mikropon untuk merekam elektronik amplifier ?

Menurut karakteristiknya, mikropon dibagi menjadi :
1.      Mikropon Omnidirectional

Mikropon omnidirectional merupakan mikropon yang mempunyai sensivitas ke segala arah.
2.      Mikropon Bidirectional
Mikropon Bidirectional merupakan mikropon yang mempunyai daerah sensivitas dua arah berbentuk seperti angka 8 dengan nilai kepekaan pada bagian depan dan belakang mikropon.
3.      Mikropon directional
Mikropon directional merupakan mikropon yang mempunyai sensivitas hanya ke arah depan dan sudut-sudut kecil disekitarnya.
Setiap mikropon mempunyai karakteristik yang berlainan pada frekuensi respon output, impedansi, dan daerah jangkauan. Selain itu penggunanya pun berbeda-beda. Seperti diketahui, mikropon untuk studi biasanya adalah jenis dinamis dan kondensor.
Mikropon dinamis adalah mic yang mempunyai daerah frekuensi yang lebar dan penampilanya sangat kokoh sedangkan mikropon kondensor mempunyai fidelitas yang paling baik diantara keseluruhan jenis dan sangat banyak digunakan dalam bidang siaran radio dan rekaman. Mic ini biasanya sudah dilengkapi dengan preamplifier didalamnya. Oleh karena itu, penggunaanya harus menggunakan power supply. Namun, dengan kemampuan fidelitas yang baik ini, noise yang tidak diinginkan sering tertanggapi.
Pemasangan mikropon harus memperhatikan beberapa ketentuan dan kebutuhan sang pemakai. Jika mic dipasang terlalu dekat dengan sumber suara, mungkin suara akan menjadi berdesah mungkin juga suara akan menjadi bass dan kemungkinan yang lain adalah suara akan menjadi over. Bila kedudukan  mic jauh dari sumber suara, kemungkinan suara akan terdengar mengaung.
Mikropon mengirim sinyal ke preamp melalui perantara kecil, conector yang sering digunakan adalah XLR, TOA Tusuk dan Mini Streeo/Mono. Untuk lebih jelasnya pelajari tentang pengkabelan diakhir modul ini. Saat ini banyak berkembang mikropon wireless, pada dasarnya sama dengan mikropon pada umumnya, hanya saja media perantaranya berupa gelombang elektromagnit, bukan menggunakan kabel




                                                                                                                                           

    
  


Tidak ada komentar:

Posting Komentar